Sabtu, 04 September 2010

Ternyata cinta adalah...

Kusangka cinta adalah
Berbagi suka, meski luka
Berbagi kasih, meski batin merintih
Berbagi setia, meski siksa mendera

Kusangka cinta adalah
Tangismu adalah tangisku, beku
Inginmu adalah mauku, ngilu
Tawamu adalah puasku, kaku

Kusangka cinta..
mengiris kata dalam dusta, dusta kata
meski berdarah menanah, tak lekang-nya

tapi ternyata, cinta tidak
luka, tidak. Tangis, tidak
hanya alunan ayat tak bersurat
tak merdu, tak syahdu, lugu

tapi itu dulu, tak tau ku
tak inginku, tergurat sembilu
Hingga kurengkuh, agungmu
memaknai kiasan dalam rintih bisu

kutulis kisah baru, tak ragu
ada keagungan yang meruntuhkan egoku
ada kebaikan yang mengebiri batinku
rindu itu pelan-pelan,kini mengusikku

mengepung ku dalam senyuman
menawanku dalam ikatan, tanpa sayatan
meluluhkan dendamku, dalam kesyukuran
jadi pemenang, tinggalkan pecundang miang

mendidih, perih itu memang lirih
angin, laut. Darah itu sudah pun tersapih
tak luka, tak teriak-ku, tak padamu lebih
aku terhenyak, tersentak
O..cinta itu ternyata Doa

(dan dirimu..adalah jawabnya)
-------------------------------------------
(Dec-2009)

Baca Selengkapnya->

Kamis, 19 Maret 2009

Persahabatan...



Persahabatan ini..
tiadalah dapat diungkap dengan seindah bicara
bukan pula bersumber dari gelak tawa
tidak pula dihiasi dan diperlihatkan dengan air mata

persahabatan ini
mungkin semudah dan seremeh anggapanmu
namun persahabatan ini tetap menjadi keagungan buatku
umpama komplikasi suatu ruang
ibarat merasakan kesempitan
didalam dinding-dinding tak bertepi

persahabatan ini tidak lahir karena toleransimu
tapi dia hadir dari setitik rasa kasih dan butuh
dilarut dalam satu memori takdir....pertemuan!!!
sungguh.......If You Want To Know...
Persahabatan ini tidak perlu sebarang ungkapan


seorang sahabat adalah hadiah dariNYA buat kita. Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita menyayangi dia dan dia menyayangi kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya.

Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, amarah, dll. Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air" mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik"
"Tidak ada yang cocok denganku"
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"
"Kisah hidupku membosankan"
Mereka tidak akan bilang:
"Aku tidak bisa menari"
"Aku membutuhkan kamu denganku"
"Aku kesepian"
"Aku butuh diterima"
"Aku ingin didengarkan"
Sungguh, siapapun itu...Sahabat adalah hadiah buat kita entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah. Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan,didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan pelukan, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain,tetapi justru ia beriinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.

Akhirnya kini aku sadar ...
persahabatan tak bisa dibeli dgn rasa egois
persahabatan tak bisa dinilai oleh waktu yg sempit
persahabatan tak akan ternoda oleh kemarahan sesaat
persahabatan tak akan terusik oleh perasaan yang semu

Untuk itu
selalu ada hibaan maafku, memohon kearifanmu
karena dirimu adalah air yang memadamkan amarahku
butuh waktu yang lebih banyak lagi untuk saling mengerti,
dan semoga persahabatan kita abadi selamanya, amin.

Baca Selengkapnya->

Senin, 09 Maret 2009

Liburan Euy....


Kerjaaaaaa! Kerjaaaaa! Kerjaaaaaa! Kalo dipikir-pikir nih..kerjaan gak akan pernah ada habisnya. So, begitu ada tawaran liburan dari kantor bareng sohabat and sohabati di kantua alias office...Gak nolak dong. Gratisss..tiss...tisss...dapat uang jalan pula. Uenakk Tenan...Terngiang-ngiang lagu ''Kampuang Maimbau'' hehehehe...Sumatera Barat..We are Cominggggggg....
Pantai Padang..adalah kunjungan pertama begitu Kru Pekanbaru Pos (Riaupos Group) menjejakkan langkah di ibukota Sumatera Barat ini. Ck..Ck..Ck...Udah bertahun-tahun gak pulang kampung, tetap sajo rancak pantai ko di caliak...

Foto diatas bareng kru dapur redaksi T.O.P B.G.T alias Top buanget Pekanbaru Pos. Kak Zakia (sweater putih..orangnya sih gak putih-putih amat, tapi hatinya putih kok, udah pernah dibedah), Kak Ifit (Jaket belang. Kalau senyum memang manis macam jambu, tapi kalau lagi marah jangan dekat-dekat, mendadak bisa tumbuh belang beneran seperti harimau hehehe), Zulhijman (Topi and lagi nunjuk ke langit. Sarjana hukum ini memang kecil wak, tapi jangan salah, budak Siak satu ni punya sesuatu yang besar yang disembunyikannya. Ehm....mencurigakan), Mas ucil ( Baju merah. Susah membedakan yang mana hitamnya kopi sama hitam kulitnya, and yang terakhir ya mahluk termanis and tercantik sedunia bul-bul...Gue Gitu Loooohh...

Naik kereta api..tuut..tuut...tuut....(Ups, bukan kentut tapi suara tut..tut..kereta api hehehe). Kak Fitri serius banget...Sepertinya pengalaman pertama kali naik kereta api ye kak:)

Hip..Hip..Horay...Swimming...Swimming...Eh,oleh MUI..Bisa kena undang-undang Pornografi gak ya ni foto???

Jepret..Jepret..!!..Jadi korban Paparazzi nih abis mandi hehehehe...Buat bang Widi...Trims jepretannya ya...kapan-kapan sebelum motret, kasi-kasi kabar dulu ya...BIar gaya siket...maklumlah, macam ni kami mantan fotomodel juge dulu. Waktu masih jaya-jayanya dengan Ratna budak Semarang yang pergi nikah diam-diam ke pulau seberang tu hehehehe...(ni foto ama Kak Zakia)

Minggirrrr..minggiirrrrr....Budak Siak Nak Terjuuuuuuuuuunnnnnnn....(Naik tinggi-tinggi sama kak Za..eh turun sendirian. Kak Za tak berani, takut katenye...)

Ni lah susahnya jadi orang cantik...kemana-mana selalu dikejar penggemar. Pulang mandi pun ada yang minta foto..hehehehe..Redaktur Pelaksana Bang Arif dan Layout Bang Iwan...Serasa tak Pede berdiri dekat Afni katenye...hehehe...

Baca Selengkapnya->

Sabtu, 21 Februari 2009

Dia Tak Pernah Pergi...Yakinlah

Beberapa hari ini, aku seperti mati suri. Merasakan ketakutan akan kehilangan kesempurnaan yang dengan susah payah aku dapatkan. Apa karena sedikit perubahan, aku harus terima kenyataan, kembali merasakan kehilangan. Tidak!!! Aku tidak boleh bersedih hati...karena dia tak akan pernah pergi. Hanya butuh sedikit keyakinan. Bahwa perlu waktu untuk saling intropeksi diri.
Mengambil rambut ditepung, kenapa tepung yang harus dioyak. Bukankah rambut bisa diambil dengan perlahan, dengan pelan. Dan aku dengan segala keegoisanku, dengan sifat kekanak-kanakanku, telah melakukan kesalahan fatal. Untuk diriku sendiri dan terlebih untuk selembar hatiku ini. Aku telah mengoyak tumpukan tepung yang ada. Hanya karena ketakutan yang luarbiasa, akan kehilangan hal terindah untuk kesekian kalinya.Padahal andai ku yakin..dia tak akan pergi kemana-mana.
Keegoisannya pasti ada akhir. Hanya butuh waktu untuk dirinya mengerti dan memahami.
Maka dari itu semua...ampunilah aku..maafkanlah semua salah dan khilafku. Dan berdamailah dengan sifat kasarku. Semoga ada jalan untuk kita bersama-sama kembali pulang...

*Sebuah Renungan

Wajah ayumu, bibir mungilmu, halus kulitmu, eksotisme lekuk tubuhmu (yang semuanya kukagumi diam-diam), semuanya akan menjadi semu bagai debu. Andai saja mereka mengerti dan mau tahu (seperti yang aku pelajari), betapa rapuh satu-satunya hati yang kamu miliki. Berdarah disetiap luka yang menganga. Tangismu tidak lagi mengeluarkan airmata, tapi pekikan kesunyian, kerinduan, haus kehangatan, menanti perhatian, egoisme yang terbalut rapi. Sendiri. Menegarkan diri.
Kelak...semoga dirimu sadar sendiri. Tanah atau api yang kau pijak. Racun atau madu yang kau teguk. Tak akan bisa mengelak, saat jiwamu dan selembar hati rapuhmu, tercabik terkoyak. Berdarah. Menanah. Pasrah.
Aku hanyalah jiwa yang tak berharga dimatamu. Namun aku adalah aku yang dalam diam selalu menjagamu. Semampuku.

* Keputusan

Membencimu, tidak perlu alasan. Bagai bom waktu, sikapmu, caramu memperlakukanku, tutur bahasamu, caramu yang menyakitiku. Sungguh tak perlu banyak waktu, dalam sedetik kupunya alasan meninggalkanmu.

Tapi aku bukan begitu. Bukan orang yang ingin dihormati. Bukan pula manusia yang gila dihargai. Aku sadar diri dan hanya butuh pemahamanmu saja.''Bahwa masih ada jiwa yang menyayangimu apa adanya''.

Kini, sudah kuputuskan. Kudamaikan hatiku yang bergemuruh. Resah. Keruh.
Jika kamu mau berlalu dari hadapanku. Silahkan saja semaumu. Jika kau mau pergi jauhkan auramu, silahkan saja sesuka hatimu itu. Tak akan ada airmata kebodohan yang akan aku keluarkan lagi. Karna bagiku. Kamu bukan hanya untuk hari ini. Masih ada besok, lusa dan seterusnya.

Jika aku hanya dicari saat amarahmu itu tumpah. Mungkin itulah takdirku mengikuti setiap jejak langkah. Tidak ada yang sia-sia diciptakan tuhan. Tidak pula takdir kita kali ini untuk dipertemukan.

* Intropeksi

aku menemukanmu
diantara detik-detik gugur
dan aku meraihmu
ketika tubuhku lebur hancur

air mataku, air mata waktu
tak tahu kenapa derai
tiap kali resah ini kau belai

DAMAI, kini aku tahu
BUKANLAH KETIKA KITA TERTAWA
MELAINKAN KETIKA KITA BERJUMPA

perlu kerelaan
membaca ulang rumah cahaya
agar tak sesat
melangkah ke jalan pulang

aku memilih berdamai dengan mu
menutup rapat pintu amarah
menanti dalam rindu
memutus jarak, mengoyak pilu

didadaku, aku rindu airmataku
airmata rindu sungai madu
aku ingin sepertimu
dapat menangis sungguh-sungguh

wahai...pembunuh sikap angkuhku!
keluarlah kau sebagai matahari
yang tak peduli datang petang
agar senyummu yang terpandang
dapat terus untuk kukenang

tak butuh peduli itu lagi
terbanglah bersama sayap tinggi
hati kecilku sudah tersadar
menaklukkanmu, butuh secuil sabar

With My Heart
''Special Moment Of Friendship''
To My Lovely Sister

Baca Selengkapnya->

Rabu, 18 Februari 2009

Yang datang dan yang pergi dalam hidupku

Ini bukan bercerita tentang penyesalan, tapi tentang kebahagiaan yang belum sempurna. Meski dalam setiap detik pertemuan, adalah kesempurnaan yang tidak tergantikan nilainya.

Yang datang dan yang pergi dalam hidupku, dalam sekejap bisa saja terjadi. Namun hati tidak akan pernah berubah. Dan tidak dengan mudah diisi dengan kisah yang lain.
Tetap selalu saja ada bangga bila menyatu dan bersama. Hidup adalah kenyataan bukan hanya pilihan. Dan saat ini aku dihadapi dengan kenyataan, bahwa aku bukanlah pemain inti dalam setiap kisah indah yang aku temui.
Keindahan yang tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata. Tak pernah ada penyesalan selain menyesal tak bisa menjadi yang sempurna. Terlalu mendramatisir perasaan mungkin suatu kesalahan. Tapi aku akan belajar dari setiap detail kesalahan ini. Bersiap-siap jika suatu hari nanti, aku memang menemukan bagian yang pergi dari kisah hidupku.
Mengangkatku dengan lembut dari keterpurukan kisah kelam masa lalu. Mensejajarkan ku tanpa pernah menghakimi. Menyanjungku dengan kejutan yang luar biasa, adalah sinaran baru dalam kisah yang tak pernah ada akhirnya. Aku boleh menepuk dada, berbangga hati pernah mendapatkan yang datang. Namun aku juga harus siap berdiri di persimpangan hati, bila suatu hari nanti, mungkin saja hari ini, untuk mengantar yang akan segera pergi. Dengan tulus tanpa boleh ada air mata meski hati memekik menyatakan tak rela!

Tak akan pernah hilang setiap detail kisah itu...tidak akan pernah...
Boleh datang dan pergi sesuka hati
Silahkan saja namun lagunya akan tetap sama..sepanjang masa...
Dramatisasi hidup yang tak pernah berakhir

Baca Selengkapnya->